06.23.08

iBook G3 Ice, Back to the Future

Posted in Uncategorized at 10:00 am by jackpopo

Pertama kali menjadi Mac User, iBook G4 adalah pilihan yang tepat saat itu. Setelah bertahun-tahun melalui masa-masa kontra produktif bersama Windows, komputer Apple dengan Mac OS X-nya serasa bagaikan obat. Dengan model yang manis, harga yang cukup mumer dan performa yang luar biasa (dibandingkan dengan notebook merk lain saat itu), kepuasan menggunakan iBook G4 boleh dibilang eksklusif. Dengan ramainya bombardir intel inside saat itu, tak banyak orang yang menyadari ‘harta karun’ dari prosesor PowerPC karena terbius dengan demam MegaHertz.
Tak hanya menjadi pusat perhatian para gadis-gadis yang memang demen sama barang imut, para geek (dengan PC-nya) yang gemar mengadu kekuatan pun dibuat takluk dengan keperkasaan PowerPC.

Singkat cerita, sejak Apple menggunakan prosesor intel untuk semua komputernya, berangsur-angsur ke-eksklusifan Apple mulai berkurang. Kini telah banyak orang yang menggunakan Mac, terutama MacBook. Kebetulan sekali seorang rekan menawarkan kembali ‘ke-eksklusif-an’ dalam menggunakan Mac. iBook G3 12″ merupakan salah satu notebook dengan ukuran yang mulai ditinggalkan oleh pabrikan komputer. Dengan semakin maraknya notebook 13″, maka iBook G3 dipastikan akan tetap menjadi primadona di antara notebook user.

‘Meminang’ iBook G3 kembali mengingatkan saya ketika pertama kali bermigrasi ke Mac. Langkah pertama yang saya lakukan saat itu, yang juga menjadi kendala bagi sebagian besar orang ketika ingin beralih sistem operasi, adalah mencari aplikasi yang kompatibel dengan aplikasi yang saya gunakan sebelumnya. Proses ini akhirnya memaksa saya untuk memandang komputer sebagai alat produktif. Berbeda dengan ketika saya menggunakan Windows, yang punya hobi untuk mencari-cari artikel bertema “optimasi PC”, “membuat PC menjadi lebih cepat” dsb dsb, sampai dengan menjalankan 3dmark versi terbaru, SiSoftSandra dkk secara rutin untuk melihat skor performa PC dan membandingkannya dengan teman-teman yang lain. Saat itu komputer bagi saya tak ubahnya seperti tamagotchi, punya PC untuk dirawat. Dan benar saja, sejak menggunakan Mac OS X tidak pernah ada lagi kegiatan kontra-produktif seperti mencari update anti-virus terbaru, tweaking dan optimasi komputer, rutinitas format ulang agar komputer selalu berada pada top condition, dan lain sebagainya.

Kendala berikutnya yang juga dapat menyebabkan aktivitas yang kontra produktif adalah kemajuan teknologi komputer itu sendiri. Siapa yang tak ingin memiliki hardware terbaru dan tercanggih, atau software versi terbaru dengan ratusan fitur baru? Memang tidak salah untuk menggunakan software dan hardware terbaru, tetapi jika menghabiskan waktu hanya untuk mengincar hardware baru, sibuk mengunduh aplikasi versi terbaru tanpa disertai dengan peningkatan kebutuhan akan teknologi tersebut, maka ini sama saja dengan memiliki komputer Tamagotchi.

Kembali kepada iBook G3, notebook ini cukup untuk menjalankan aplikasi office (seperti word processor, spreadsheet, presentasi), berselancar di internet melalui kabel atau nirkabel dan tentunya hemat energi. Nah, apalagi yang diharapkan dari sebuah notebook bagi Anda-Anda para profesional? Apakah masih mau dihasut dengan iming-iming “300 ++ new features”, atau “5x Faster than before” yang setiap tahun akan selalu kembali ditampilkan di di depan mata kita?

Sedikit clue bagi anda yang ingin memiliki notebook Tepat Guna, performa yang memuaskan dengan tampilan yang masih eksklusif, selain iBook G3 Ice, anda dapat memilih IBM ThinkPad yang tentunya telah teruji sebagai notebook para eksekutif.

Previous page