09.07.08

iLife, So Simple So Possible Ga Bikin Seble

Posted in Uncategorized at 2:48 pm by jackpopo

Di tengah-tengah kesibukan di bulan yang ceria ini (seperti kata Vina Panduwinata dengan lagunya September Ceria), seorang rekan menghubungi saya mengenai cara untuk mengedit video. Bisa dibilang itu merupakan pengalaman pertamanya menggunakan komputernya untuk melakukan sesuatu selain sebagai alat untuk bermain luxor dkk atau hanya sebagai mesin ketik elektronik :p.
Saya jadi teringat dengan masa-masa sekitar 8-9 tahun yang lalu ketika saya sedang panas-panasnya ‘bermain’ editing video. Saat itu komputer sebagai editing video masih termasuk barang mewah. Selain memerlukan hardware requirement yang tinggi (minimal harus punya hard disk dengan kapasitas raksasa), mencari aplikasi yang cocok pun memerlukan ‘petualangan’ tersendiri.
Dan menariknya, untuk menghasilkan video dengan kualitas yang baik aplikasi video editing saja belum cukup. Codec atau encoder-decoder misalnya, merupakan salah satu komponen yang menentukan kualitas akhir video, yang sayangnya tidak ikut disertakan dalam aplikasi. Codec yang ter-embed di OS (Windows) juga tidak dapat diharapkan. Belum lagi jika ingin menyertakan efek suara atau musik latar, atau ingin mem-burn hasil video ke dalam format VCD, maka harus menambah lagi pe-er untuk mencari aplikasi audio editing dan aplikasi VCD burner yang sesuai. Untuk urusan yang ini saya sudah mencoba berbagai macam kombinasi aplikasi video editing, audio editing sampai jenis codec yang digunakan. Setiap ingin menggunakan aplikasi lainnya, perlu ada alokasi waktu dan tenaga untuk mengekstrak track audio/vide dan mengkonversi file tersebut agar dapat dibaca oleh aplikasi lainnya.

Semuanya berbeda setelah saya mengenal Mac OS X sekitar 3 tahun yang lalu. Pertama kali membuka Mac OS X Panther, iMovie langsung mencuri perhatian saya. Sebagai aplikasi editing video gratisan (embedded with every new Apple computer) iMovie sama sekali tidak mengecewakan. Meskipun fiturnya tidak terlalu lengkap, iMovie mudah digunakan dan semua efek video/audio atau translasi dapat dilihat hasilnya secara realtime tanpa perlu melakukan proses render terlebih dahulu, sesuatu yang saat itu hanya dapat diperoleh jika menggunakan hardware hi-end. Tapi yang luar biasa adalah integrasinya dengan GarageBand dalam mengisi efek suara atau musik latar. Tidak perlu repot dengan proses konversi dari iMovie dan GarageBand, tinggal drag drop dan klak klik, langsung beres. Masalah codec tidak perlu dipertanyakan. Mac OS X telah di-embed dengan codec standar yang digunakan dalam industri perfilman dunia. Sebut saja MPEG-4 atau standar baru H-264 sudah siap disantap tanpa perlu mencari-cari atau menginstal lagi.
Kalau sudah selesai dan ingin dibakar dalam keping DVD, tinggal buka file video dalam iDVD, masukkan DVD blank dan Burn, jadilah film DVD buatan anda sendiri dengan kualitas yang profesional, mulus seperti film DVD hollywood.

Memang sepertinya telah menemukan harapan yang telah lama dinanti, tapi sayangnya semangat untuk bermain video editing tidak sepanas dulu lagi. Bagi anda yang sedang jatuh cinta dengan video editing, iLife merupakan tempat yang tepat untuk memulai. Sebagai referensi anda dapat menggunakan buku dengan judul “Berkreasi tanpa batas dengan iLife?08″ dari Elex Media Komputindo.

121080562-berkreasi-tanpa-b.jpg
Sebagai contoh, ini adalah salah satu hasil video yang pernah saya buat, yang telah diberi sentuhan iLife’08.

2 Comments »

  1. Asop said,

    Mas Jack, iWork 09 udah nyampe ke Indonesia belum yah?

  2. Jack Popo said,

    mustinya sih sudah ya…coba di periksa di apple store terdekat, atau kalau mau bisa juga pesan secara online langsung ke website apple nya.


Leave a Comment