Jackpopo’s Weblog

From Beginners to Beginners

Red Sky Blue Sky

Langit terdiri dari 7 lapis, begitulah pendapat sebagian orang.
Bagaimana kalau langit ternyata ada 2 warna? dalam satu waktu? hmmm….

Setiap siang hari yang cerah, kita melihat langit berwarna biru. Birunya langit ini dapat dijelaskan oleh Rayleigh dalam fenomena yang dikenal dengan nama sebaran Rayleigh (Rayleigh Scaterring), yaitu fenomena cahaya ketika mencoba menembus partikel gas dalam atmosfir. Pada siang hari, cahaya matahari, yang terdiri dari berbagai macam spektrum warna, merambat lurus ke arah Anda. Tetapi spektrum cahaya yang memiliki gelombang yang pendek (yaitu spektrum warna biru) disebarkan oleh molekul udara di dalam atmosfer. Karena seluruh molekul gas di atmosfer menyebarkan spektrum biru ini, maka terlihatlah seolah-olah kemanapun Anda memandang langit selalu berwarna biru.

Bagaimana dengan sore hari, ketika langit berwarna oranye atau kemerahan?
Ini juga memiliki penjelasan yang sama. Ketika matahari terbenam, maka sinar matahari harus menembus atmosfir yang lebih tebal sebelum mencapai mata Anda dibandingkan pada siang hari. Akibatnya spektrum cahaya yang memiliki gelombang yang lebih pendek lebih banyak tersebar di sepanjang perjalanannya, yang akhirnya tinggal menyisakan spektrum warna merah atau oranye yang memiliki gelombang yang panjang.

Nah, jelas sudah mengapa ketika menjelang sore hari warna langit di dekat horison cenderung berwarna kemerahan dan semakin ke atas semakin berwarna biru. Warna langit pun terlihat seperti berlapis, sejajar dengan garis horison.

Langit Sore di Pantai Kuta

Tapi bagaimana kalau lapisan warna langit tidak terbentuk sejajar dengan garis horizon?? Gambar berikut saya ambil beberapa hari yang lalu di langit bandung utara.Langit Merah Biru

Berdasarkan fenomena sebaran Rayleigh tentu Anda sudah dapat menerka-nerka penyebabnya…

April 18, 2010 Posted by | natural science | | 4 Comments

Akhirnya….

…rss kompas.com bisa diakses kembali… :D
entah mulai kapan, tapi pastinya mulai hari ini saya sudah kembali membaca berita-berita menarik dari kompas.
Terima kasih, kompas…

March 21, 2010 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

RSS Kompas.com tewas?

Sudah lebih dari seminggu ini saya tidak lagi menerima feed rss dari kompas.com. Usut punya usut ternyata link RSS kompas.com sedang tidak dapat di akses. Kira-kira kenapa ya…?

http://www.kompas.com/getrss/all:

Fatal error: Call to undefined method Getrss::rssload() in /www/mp-ws-57/public_html/kompascom_v2/application/controllers/getrss.php on line 398

January 31, 2010 Posted by | Uncategorized | 2 Comments

Merry Christmas and Ha… ha… happy New Year 2010

img006453.jpg
Topi merah?
Janggut putih?
Sekumpulan rusa penarik kereta?

Santa tidak ada di sini, kecuali perutnya yang buncit :D
Meskipun demikian, dalam suasana natal ini ijinkan saya mengucapkan:

Selamat hari Natal dan Tahun Baru!
Semoga damai sejahtera selalu menyertai kita di hari-hari yang akan datang..

Salam,
Jack Popo

January 1, 2010 Posted by | Uncategorized | 2 Comments

Mari Mengheningkan Cipta

Memperingati hari pahlawan, sebagai bangsa Indonesia kita perlu menanyakan kembali “Seberapa patriotik kah kita?”.
Jika ditelusuri dari sejak kita beranjak dari sekolah dasar hingga ke sekolah menengah, setiap hari Senin adalah hari wajib untuk melakukan upacara. Siapa yang tidak pernah kena strap (hukum) gara-gara bolos upacara, atau gara-gara bikin ulah di lapangan upacara? Mungkin itulah standar patriotisme kita saat itu (setidaknya begitulah anggapan para guru).

Lulus sekolah menengah dan mulai masuk ke perguruan tinggi sebagai mahasiswa, kebiasaan di hari Senin tersebut mendadak hilang. Apakah berarti patriotisme kita juga ikut menghilang?
Di masa resesi global ini wajar kalau kita seperti kehilangan tujuan dalam bernegara. Apalagi bagi generasi yang lahir di masa-masa globalisasi, cerita sejarah perjuangan bangsa hanyalah sekedar cerita yang tidak lebih ‘nyata’ dibandingkan dengan cerita-cerita Hollywood.

Bagaimana caranya untuk memiliki kembali semangat patriotik?
Untuk kembali memiliki semangat patriotisme kita tidak perlu menjadi prajurit yang bertempur di medan perang atau ikut wajib militer. Tidak perlu juga repot-repot kembali ke masa lalu dengan mesin waktu. Saya juga tidak akan memberikan jawaban klise bahwa segalanya harus dimulai dari niat. Ada dua langkah mudah yang dapat kita lakukan di sela-sela kesibukan kita untuk kembali menanamkan semangat patriotik, yaitu:

1. Kunjungi Taman Makam Pahlawan yang terdekat dengan tempat Anda.

Saya percaya bahwa di kota Anda ada TMP (Taman Makam Pahlawan). Nah, berapa kali dalam seumur hidup Anda berkunjung ke TMP? sekali? dua kali? sepuluh kali? atau bahkan belum pernah sama sekali?
Memang bukan satu-satunya cara, tapi tempat ini merupakan salah satu awalan yang baik untuk kembali merasakan semangat patriotik yang sudah semakin jarang kita saksikan.

2. Kunjungi salah satu makam dan cari tahu mengenai sejarah perjuangannya.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan seorang rekan berkunjung ke Makam Pahlawan yang terletak di kota Pahlawan. Terletak di tengah hiruk pikuk kesibukan kota Surabaya, tempat ini cukup memberikan keheningan untuk kita merenungkan kembali peran kita sebagai salah satu generasi muda. Dan sebagai informasi, ini ke dua kalinya saya berziarah ke Taman Makam Pahlawan.

wereontombs.jpg

Makam yang saya kunjungi adalah tempat bersemayamnya seorang perwira angkatan laut yang ikut berjuang di masa perang kemerdekaan, Kolonel TNI AL (Purn) R. Soeharto. Beliau pernah menjadi pemilik/direktur PT. Dok dan Perkapalan di masa revolusi. Di masa baktinya beliau adalah orang yang paling berpengaruh di Surabaya dan sekaligus menjadi orang yang paling dicari oleh Belanda.

Saya tidak akan menceritakan secara lengkap hasil temuan saya. Buat ini sebagai proyek pribadi Anda dan tanpa terasa Anda akan merasakan sebuah perspektif baru akan terbuka.

November 10, 2008 Posted by | Uncategorized | 4 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.