11.10.08

Mari Mengheningkan Cipta

Posted in Uncategorized at 1:59 am by jackpopo

Memperingati hari pahlawan, sebagai bangsa Indonesia kita perlu menanyakan kembali “Seberapa patriotik kah kita?”.
Jika ditelusuri dari sejak kita beranjak dari sekolah dasar hingga ke sekolah menengah, setiap hari Senin adalah hari wajib untuk melakukan upacara. Siapa yang tidak pernah kena strap (hukum) gara-gara bolos upacara, atau gara-gara bikin ulah di lapangan upacara? Mungkin itulah standar patriotisme kita saat itu (setidaknya begitulah anggapan para guru).

Lulus sekolah menengah dan mulai masuk ke perguruan tinggi sebagai mahasiswa, kebiasaan di hari Senin tersebut mendadak hilang. Apakah berarti patriotisme kita juga ikut menghilang?
Di masa resesi global ini wajar kalau kita seperti kehilangan tujuan dalam bernegara. Apalagi bagi generasi yang lahir di masa-masa globalisasi, cerita sejarah perjuangan bangsa hanyalah sekedar cerita yang tidak lebih ‘nyata’ dibandingkan dengan cerita-cerita Hollywood.

Bagaimana caranya untuk memiliki kembali semangat patriotik?
Untuk kembali memiliki semangat patriotisme kita tidak perlu menjadi prajurit yang bertempur di medan perang atau ikut wajib militer. Tidak perlu juga repot-repot kembali ke masa lalu dengan mesin waktu. Saya juga tidak akan memberikan jawaban klise bahwa segalanya harus dimulai dari niat. Ada dua langkah mudah yang dapat kita lakukan di sela-sela kesibukan kita untuk kembali menanamkan semangat patriotik, yaitu:

1. Kunjungi Taman Makam Pahlawan yang terdekat dengan tempat Anda.

Saya percaya bahwa di kota Anda ada TMP (Taman Makam Pahlawan). Nah, berapa kali dalam seumur hidup Anda berkunjung ke TMP? sekali? dua kali? sepuluh kali? atau bahkan belum pernah sama sekali?
Memang bukan satu-satunya cara, tapi tempat ini merupakan salah satu awalan yang baik untuk kembali merasakan semangat patriotik yang sudah semakin jarang kita saksikan.

2. Kunjungi salah satu makam dan cari tahu mengenai sejarah perjuangannya.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan seorang rekan berkunjung ke Makam Pahlawan yang terletak di kota Pahlawan. Terletak di tengah hiruk pikuk kesibukan kota Surabaya, tempat ini cukup memberikan keheningan untuk kita merenungkan kembali peran kita sebagai salah satu generasi muda. Dan sebagai informasi, ini ke dua kalinya saya berziarah ke Taman Makam Pahlawan.

wereontombs.jpg

Makam yang saya kunjungi adalah tempat bersemayamnya seorang perwira angkatan laut yang ikut berjuang di masa perang kemerdekaan, Kolonel TNI AL (Purn) R. Soeharto. Beliau pernah menjadi pemilik/direktur PT. Dok dan Perkapalan di masa revolusi. Di masa baktinya beliau adalah orang yang paling berpengaruh di Surabaya dan sekaligus menjadi orang yang paling dicari oleh Belanda.

Saya tidak akan menceritakan secara lengkap hasil temuan saya. Buat ini sebagai proyek pribadi Anda dan tanpa terasa Anda akan merasakan sebuah perspektif baru akan terbuka.

09.07.08

iLife, So Simple So Possible Ga Bikin Seble

Posted in Uncategorized at 2:48 pm by jackpopo

Di tengah-tengah kesibukan di bulan yang ceria ini (seperti kata Vina Panduwinata dengan lagunya September Ceria), seorang rekan menghubungi saya mengenai cara untuk mengedit video. Bisa dibilang itu merupakan pengalaman pertamanya menggunakan komputernya untuk melakukan sesuatu selain sebagai alat untuk bermain luxor dkk atau hanya sebagai mesin ketik elektronik :p.
Saya jadi teringat dengan masa-masa sekitar 8-9 tahun yang lalu ketika saya sedang panas-panasnya ‘bermain’ editing video. Saat itu komputer sebagai editing video masih termasuk barang mewah. Selain memerlukan hardware requirement yang tinggi (minimal harus punya hard disk dengan kapasitas raksasa), mencari aplikasi yang cocok pun memerlukan ‘petualangan’ tersendiri.
Dan menariknya, untuk menghasilkan video dengan kualitas yang baik aplikasi video editing saja belum cukup. Codec atau encoder-decoder misalnya, merupakan salah satu komponen yang menentukan kualitas akhir video, yang sayangnya tidak ikut disertakan dalam aplikasi. Codec yang ter-embed di OS (Windows) juga tidak dapat diharapkan. Belum lagi jika ingin menyertakan efek suara atau musik latar, atau ingin mem-burn hasil video ke dalam format VCD, maka harus menambah lagi pe-er untuk mencari aplikasi audio editing dan aplikasi VCD burner yang sesuai. Untuk urusan yang ini saya sudah mencoba berbagai macam kombinasi aplikasi video editing, audio editing sampai jenis codec yang digunakan. Setiap ingin menggunakan aplikasi lainnya, perlu ada alokasi waktu dan tenaga untuk mengekstrak track audio/vide dan mengkonversi file tersebut agar dapat dibaca oleh aplikasi lainnya.

Semuanya berbeda setelah saya mengenal Mac OS X sekitar 3 tahun yang lalu. Pertama kali membuka Mac OS X Panther, iMovie langsung mencuri perhatian saya. Sebagai aplikasi editing video gratisan (embedded with every new Apple computer) iMovie sama sekali tidak mengecewakan. Meskipun fiturnya tidak terlalu lengkap, iMovie mudah digunakan dan semua efek video/audio atau translasi dapat dilihat hasilnya secara realtime tanpa perlu melakukan proses render terlebih dahulu, sesuatu yang saat itu hanya dapat diperoleh jika menggunakan hardware hi-end. Tapi yang luar biasa adalah integrasinya dengan GarageBand dalam mengisi efek suara atau musik latar. Tidak perlu repot dengan proses konversi dari iMovie dan GarageBand, tinggal drag drop dan klak klik, langsung beres. Masalah codec tidak perlu dipertanyakan. Mac OS X telah di-embed dengan codec standar yang digunakan dalam industri perfilman dunia. Sebut saja MPEG-4 atau standar baru H-264 sudah siap disantap tanpa perlu mencari-cari atau menginstal lagi.
Kalau sudah selesai dan ingin dibakar dalam keping DVD, tinggal buka file video dalam iDVD, masukkan DVD blank dan Burn, jadilah film DVD buatan anda sendiri dengan kualitas yang profesional, mulus seperti film DVD hollywood.

Memang sepertinya telah menemukan harapan yang telah lama dinanti, tapi sayangnya semangat untuk bermain video editing tidak sepanas dulu lagi. Bagi anda yang sedang jatuh cinta dengan video editing, iLife merupakan tempat yang tepat untuk memulai. Sebagai referensi anda dapat menggunakan buku dengan judul “Berkreasi tanpa batas dengan iLife?08″ dari Elex Media Komputindo.

121080562-berkreasi-tanpa-b.jpg
Sebagai contoh, ini adalah salah satu hasil video yang pernah saya buat, yang telah diberi sentuhan iLife’08.

08.03.08

I just bought a computer, Now What??

Posted in Uncategorized at 2:20 pm by jackpopo

Salah satu pendorong untuk memiliki/membeli komputer saat ini adalah untuk bermain game. Meskipun bukan lagi termasuk barang mewah, setiap orang yang ingin membeli komputer selalu saja mencari-cari alasan yang tepat mengenai perlunya sebuah komputer baru (tentunya selain sebagai mesin game).

Dalam iklannya yang bertemakan Get-A-Mac, Apple merilis salah satu iklan yang berjudul “Now What?”. Iklan ini cukup menarik karena cukup menggambarkan kebingungan pengguna atau calon pengguna komputer pada saat memilih spesifikasi komputer yang tepat untuk kebutuhan, atau kebingungan apa yang harus dilakukan setelah membeli komputer (dalam arti memilih software yang tepat).
Sejak awal, Apple merupakan salah satu perusahaan yang memiliki komitmen untuk selalu mempermudah penggunanya dengan cara menyederhanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan produknya, mulai dari desain hardware (lihat iPod dengan click-wheelnya), desain antar muka sistem operasinya (tidak perlu dipertanyakan lagi, cobal gunakan sendiri Mac OS X dan bandingkan dengan sistem operasi lainnya), sampai dengan aplikasi-aplikasi yang di-bundle bersama dengan sistem operasinya.
Untuk yang terakhir ini, tidak semua sistem operasi memiliki aplikasi bundle yang layak guna. Lihat saja aplikasi Paint pada Ms Windows, yang kebanyakan hanya digunakan untuk mem-paste screenshot (jauh sekali dari kesan Paint yang mustinya layak digunakan untuk membuat gambar atau mengedit gambar -> bandingkan dengan Photo-Paint dari Corel yang juga sama-sama menyandang nama Paint), atau aplikasi-aplikasi lainnya (seperti Calculator, Notepad/Wordpad) yang hanya dapat menjalankan fungsi-fungsi dasar saja. Dengan demikian wajar saja kalau kita sebagai pengguna PC sering kebingungan untuk mencari aplikasi yang cocok dengan kebutuhan kita.
Bagi para Switcher (pengguna yang baru beralih ke Mac OS X), budaya mencari aplikasi lain (di luar aplikasi yang sudah di-bundle dalam sistem operasi) tetap sulit dihilangkan. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidak tahuan pengguna akan fitur-fitur yang dapat dilakukan oleh Mac OS X (serta aplikasi-aplikasi yang terdapat di dalamnya) serta ketidak tahuan mengenai cara mengekspolitasi aplikasi-aplikasi tersebut. Ada beberapa cara untuk menguasai secara penuh fitur-fitur yang dimiliki oleh Sistem Operasi Anda:
1- Ngoprek sendiri, untuk ini anda harus memiliki waktu luang yang cukup banyak, keberanian (bagi para pemula, mengutak-atik komputer dapat sama halnya seperti mengutak-atik bom :D ) dan resiko untuk menginstal ulang (worst scenario).
2- Minta diajarin sama yang lebih senior , untuk ini anda juga memerlukan waktu yang cukup (tidak perlu sebanyak cara no.1), kesabaran (karena waktu belajar tergantung dari waktu sang senior), dan yang paling utama adalah sesajen (setiap senior memiliki tipe sesajen yang berbeda. Semakin senior, maka sesajennya akan semakin perlu ‘disesuaikan’ :D )
3- Belajar online, untuk ini yang nomor satu diperlukan akses internet (tentu saja ;-) ), bahasa inggris yang cukup baik, waktu (buat browsing) dan kaca mata (secara sekarang mulai banyak yang menggunakan komputer layar kecil dan resolusi tinggi :D )
4- Membaca Buku, cara ini merupakan cara yang banyak dianjurkan sejak kita masih duduk di bangku sekolah. Beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh dari sumber ini adalah artikelnya yang telah terstruktur dengan baik (jadi tinggal lihat daftar isi dan langsung buka halaman yang bersangkutan) sehingga secara otomatis juga akan menghemat waktu. Selain itu, buku dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat belajar dimana saja, kapan saja, selama bukunya tidak kelupaan dibawa.

Mac OS X Genius merupakan salah satu buku yang membahas mengenai Mac OS X secara lengkap. Buku ini akan menuntun anda menguak harta karun yang terdapat di dalam komputer Apple anda. Mulai dari aplikasi untuk perkantoran (office work) sampai dengan multimedia dapat dilakukan dengan memanfaatkan semua fitur-fitur yang telah terdapat di dalam Mac OS X. Buku keluaran Elex Media Komputindo ini dicetak di atas kertas yang cukup ringan (lupa nama jenis kertasnya), sehingga meskipun memiliki halaman yang cukup tebal, tetapi tidak akan membuat sakit punggung ketika di-bawa-bawa di dalam tas.
Dengan demikian, semoga pertanyaan “Now What?” tidak lagi muncul, tetapi digantikan dengan pertanyaan “What’s Next?” yang ditujukan kepada klien anda :D .

(Updated)

Buku Mac OS X Genius (Taken from http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=8697.0)

07.12.08

Mari Memancing

Posted in Uncategorized at 8:32 am by jackpopo

Memancing merupakan salah satu aktivitas yang mudah dilakukan. Dengan bersenjatakan sebatang kail (+ umpan) ditambah dengan sedikit kesabaran, maka dengan mudah ikan pun akan dengan mudah didapatkan.

Benarkah?

Kalau sekedar melihat orang mancing sih memang gampang. Nah, kebetulan seorang rekan mengajak saya memancing di suatu daerah yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan kota. Untuk membuktikan bahwa memancing itu mudah, maka ajakan tersebut langsung diterima tanpa basa-basi. Dengan bermodalkan kail yang sudah 10 tahun lebih tidak digunakan, acara memancing pun dimulai.
Kisah berikutnya tentu sudah bisa ditebak. Tunggu punya tunggu, rumus “kail + umpan + sabar = ikan” ternyata tidak berlaku. Setelah berkali-kali melemparkan umpan ke dalam kolam, yang ada hanya umpan yang habis tanpa ada ikan yang tertangkap. Lama-lama kesabaran pun mulai habis, seiring dengan persediaan umpan yang menipis.

Merasa kasihan (atau mungkin bosan) melihat saya yang tidak dapat ikan, seorang pemancing pro mendekati saya dan memberikan petuah-petuah. Ternyata banyak sekali ‘rahasia’ memancing yang tidak saya ketahui sebagai orang awam. Mulai dari menentukan jenis ikan yang ingin ditangkap, kebiasaan atau pola hidup ikan tersebut, cara melemparkan kail, cara memasang umpan, jumlah mata kail yang digunakan, dsb…dsb… semuanya musti diperhatikan. Kurang lebih mirip dengan ilmu marketingnya anak sekolahan :D .
Nah, ilmu baru tentu lebih kumplit kalau langsung dipraktekkan, dan hasilnya lumayan… not bad for beginner..

Seperti kata pepatah negeri para kaisar Ming,
“perjalanan seribu langkah dimulai dari satu langkah pertama”
demikian pula dalam hal memancing, “satu ton ikan dimulai dari gram pertama”.
tapi kalau ikannya kaya begini, musti nangkep brapa ya biar bisa bikin pesta barbeque :p …

yahya-gonefishing.jpg
Marl***o Lights atau Fish Lights?

07.11.08

Selamat Jalan Pak Said

Posted in Uncategorized at 10:06 am by jackpopo

Bagi saya, Profesor Said D. Jenie, yang kami kenal dengan Pak Said adalah salah seorang yang memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi dalam bidang ilmu pengetahuan. Meskipun hanya mengenal dalam konteks hubungan dosen-mahasiswa, beliau telah memberikan inspirasi bagi kami, para mahasiswanya, untuk memajukan bangsa Indonesia dengan ilmu pengetahuan.
Memang berita ini sangat sulit untuk dipercaya, terutama karena Pak Said selalu menampilkan performa yang segar dan bersemangat setiap kali kami bertemu dengan beliau.

Selamat Jalan Pak Said.

Semangatmu akan selalu bersama kami.

view-2149-1215756346.jpg
(photo taken from: http://www.itb.ac.id/news/image/2149)

Next page